101 Kosakata Dalam Bahasa Indonesia yang Jarang Diketahui dan Digunakan

 

jeweliteracy.blogspot.com - Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kaya akan makna dan keindahan, dengan kosakata yang sangat bervariasi. Beberapa kata mungkin sudah sangat familiar di telinga kita, namun ada juga sejumlah kosakata yang jarang digunakan namun memiliki makna mendalam dan puitis. Kosakata ini tidak hanya memperkaya cara berbahasa, tetapi juga mampu menggambarkan perasaan dan kondisi tertentu dengan cara yang lebih indah dan tepat. 

Berikut adalah 50 kosakata Bahasa Indonesia yang jarang diketahui dan digunakan:

  1. Adarusa: orang yang meminjam sesuatu tapi tidak ada kemauan untuk mengembalikan.
  2. Adiwidia: pengetahuan yang paling tinggi.
  3. Aluvial: tanah yg baru terjadi endapan air sungai. 
  4. Alusio: majas perbandingan yg merujuk secara tidak langsung pada seorang tokoh atau peristiwa. 
  5. Ancala: gunung. 
  6. Andala: laut yang sangat dalam.
  7. Amerta: abadi.
  8. Arunika: cahaya matahari ketika pagi dimulai
  9. Asmaraloka: dunia cinta kasih. 
  10. Asrar: rahasia.
  11. Atma: jiwa.
  12. Babut: Permadani. 
  13. Bacar: lancar dan banyak bicara; mulut yang suka berbicara (biasanya dalam arti yang kurang baik)
  14. Bacin: berbau busuk (seperti bau ludah, ikan busuk).
  15. Badam: merah-merah pada kulit (tanda penyakit kusta)
  16. Badung: nakal, bandel, susah diajar. 
  17. Bahul: ikatan atau simpul.
  18. Baskara: matahari.
  19. Bena: menarik untuk diperhatikan, patut indahkan, ombak, air pasang.
  20. Bernas: berisi penuh (tentang butir padi, susu, bisul, dan sebagainya), banyak isinya (tentang pidato, ceramah, petuah, dan sebagainya), dan dapat dipercaya.
  21. Bermastautin: bertempat tinggal, tinggal (di)..
  22. Binar: bersinar atau bercahaya.
  23. Buana: dunia, jagat, benua.
  24. Bumantara: angkasa.
  25. Cabak:  cabik yang lebar, koyak. 
  26. Cabir: robek panjang; koyak; cabik. 
  27. Cacah: gambar pada kulit, tato. 
  28. Candala: rendah diri, hina, nista.
  29. Candramawa: hitam bercampur putih (warna bulu kucing).
  30. Dacron: Cap dagang serat sintetik polyester. 
  31. Dadih: air susu sapi, kerbau, dan sejenisnya yang pekat atau dikentalkan. 
  32. Daksa: tubuh.
  33. Daga: perbuatan menentang, haus.
  34. Dagel: melucu (berjenaka, melawak, dsb) untuk membuat orang tertawa. 
  35. Dagi: botak (sedikit) kecil. 
  36. Dera: pukulan.
  37. Dersik: desir.
  38. Distraksi: mengalihkan perhatian.
  39. Ejan: mengejan atau mengadakan tekanan di dalam tubuh bagian bawah (perut) seperti ketika hendak buang air besar dan melahirkan. 
  40. Eskalasi: kenaikan, pertambahan.
  41. Faal: alamat yang meramalkan sesuatu (nasib dsb), tanda. 
  42. Fadilat: kemuliaan, keluhuran, keutamaan ibadah, amal, dsb. 
  43. Falak: lengkung langit, lingkaran langit, cakrawala. 
  44. Fiat: persetujuan penuh dan resmi.
  45. Faktitius: rekaan, buatan, perbuatan yang disengaja.
  46. Gabir: kikuk, canggung, tidak tangkas, belum biasa. 
  47. Gabruk: bunyi yg keras seperti barang jatuh. 
  48. Gala: pesta, perayaan.
  49. Galat: kekeliruan, kesalahan, kecacatan, atau nilai dan kondisi yang tidak konsisten dengan nilai yang benar.
  50. Genta: Lonceng besar.
  51. Gemintang: susunan bintang, peta bintang, atau rasi.
  52. Hasta Karya: kerajinan tangan.
  53. Hirap: hilang.
  54. Jatmika: sopan santun yang berkaitan dengan tingkah laku, gerak-gerik, dan sebagainya.
  55. Jenggala: hutan, rimba.
  56. Jumantara: awang-awang langit udara.
  57. Kalis: memiliki banyak arti dalam KBBI yaitu suci, bersih, murni, tidak berkilat atau bersinar, atau tidak dapat kena penyakit (kebal).
  58. Kama: cinta, nafsu, kesenangan, kerinduan.
  59. Karsa: kehendak, niat.
  60. Ketaksaan: Kekaburan, keraguan (tentang makna), ambigu.
  61. Klandesin: kata kerja yang memiliki makna secara rahasia, secara gela, atau secara diam-diam.
  62. Lakara: perahu kecil.
  63. Lembayung: warna merah bercampur ungu.
  64. Lenggak-lenggok: Kata yang menggambarkan ketenangan dan keheningan alam yang sepi.
  65. Loka: dunia, tempat.
  66. Maharani: perempuan, ratu, atau kaisar perempuan.
  67. Menaki: menentang, membantah.
  68. Menjura: membungkuk dengan menangkupkan kedua tangan (memberi hormat). 
  69. Melaung: berteriak kuat dan nyaring.
  70. Merapah: menjelajah, mengembara.
  71. Nestapa: penyesalan, sedih, susah hati.
  72. Nirmala: tanpa cacat, bersih, suci.
  73. Nirwana: surga, konsep Buddha tentang keadaan setelah mati yang tanpa penderitaan (sehingga tidak perlu bereinkarnasi).
  74. Pitarah: nenek moyang.
  75. Rahayu: selamat, tentram.
  76. Rahara: perempuan atau gadis pada usia yang sudah selayaknya menikah.
  77. Redum: suram, redup, mendung.
  78. Renjana: rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, dan sebagainya).
  79. Relikui: benda keramat.
  80. Rinai: gerimis, rintik-rintik.
  81. Sabitah: bintang yang dari bumi, posisinya tampa tetap dan tidak bergerak. 
  82. Sadrah: pasrah.
  83. Sahaja: apa adanya.
  84. Sandyakala:cahaya merah saat senja. 
  85. Sangkil: sampai, berdaya guna, efisien.
  86. Sempena: berkat, mimpi.
  87. Senandika : firasat, konflik batin yang paling dalam, wacana dengan diri sendiri dalam drama untuk mengungkapkan perasaan.
  88. Saujana: sejauh mata memandang.
  89. Sawala: debat. 
  90. Sujana: bijaksana, pandai.
  91. Suryakanta: 
  92. Swakarya: hasil kerja sendiri. Kata ini berhubungan dengan kreativitas.
  93. Swastamita: pemandangan indah saat matahari terbenam. Kata ini digunakan untuk menggambarkan pemandangan yang mengagumkan saat sunset.
  94. Temaram: remang-remang.
  95. Takzim: penghormatan yang tulus dan dalam, khususnya terhadap sesuatu yang dianggap suci atau mulia.
  96. Umbu: leluhur, nenek moyang, gelar bangsawan Sunda, dan pemukiman sementara suku Abung.
  97. Visus: daya lihat, ketajaman penglihatan.
  98. Widiwasa: Tuhan Yang Maha Esa.
  99. Winaya: pendidikan, tuntunan.
  100. Wiyata: kata benda yang memiliki arti pengajaran atau pelajaran.
  101. Yuwana: muda, anak-anak.

Kosakata-kosakata di atas menunjukkan betapa indah dan dalamnya bahasa Indonesia. Meskipun beberapa kata jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, ketika digunakan dengan tepat, mereka mampu memberi nuansa puitis dan menghidupkan percakapan atau tulisan Anda. Dengan mengenal dan menggunakan kata-kata ini, kita bisa semakin memahami keindahan bahasa Indonesia dan memperkaya cara kita berkomunikasi.

Post a Comment

0 Comments