Grounding: Sebuah Rutinitas Nyeker Aku dan Si Kecil Tercinta

 



jeweliteracy.com – Beberapa waktu silam, aku masih mengingat ketika media memberitakan tentang vokalis Coldplay, Chris Martin yang terciduk sedang berjalan tanpa alas kaki di jalanan kota Jakarta. Ternyata aktivitas tersebut dikenal dengan istilah grounding. Grounding atau sering juga disebut dengan earthing adalah sebuah konsep yang mengacu pada hubungan fisik langsung manusia dengan bumi.

Grounding sangat mudah untuk dilakukan. Kita hanya perlu melakukan kontak langsung dengan permukaan bumi, seperti berjalan tanpa menggunakan alas kaki di sekitar rumah, duduk santai di kursi dengan kaki telanjang, atau berbaring di atas rumput. Selain itu, kita juga bisa menyentuh rumput atau tanah, serta berkebun tanpa menggunakan sarung tangan.

Tiba-tiba pikiranku terlintas ke memori belasan tahun silam ketika aku masih menghabiskan masa kecil di kampung halaman, sebuah desa kecil yang terletak di salah satu Kabupaten di Sumatera. Kami sering menghabiskan waktu bermain-main di halaman rumah tanpa alas kaki, berlarian ke sana kemari di lapangan rumput hijau yang persis di depan rumah. Sesekali kami berpetualang ke kebun-kebun liar untuk berburu buah-buahan langka yang rasanya sangat unik namun enak. Kami juga sering bermain lumpur, bermain pasir, menangkap capung, dan kupu-kupu. Belum lagi permainan-permainan tradisional yang sering kami lakukan dulu hampir semuanya membawa kami menyatu dengan alam, bukan dengan gawai dan koneksi internet.

Siapa sangka ternyata semua aktivitas masa kecil yang kami lalui dulu adalah salah satu bentuk praktek grounding yang saat ini digadang-gadang sebagai teknik terapi yang dipercaya bisa mengalirkan energi positif dari bumi, yang berdampak baik terhadap kesehatan fisik maupun mental. Dalam hati aku hanya bisa bersyukur, “Terima kasih, Tuhan untuk masa kecilku yang telah menyatu dengan alam.”

Saat ini, aku adalah seorang ibu dengan 3 (tiga) orang anak. Meskipun aku seorang ibu bekerja, aku belajar untuk mengusahakan untuk memberi waktu bagi diri sendiri dan anak-anakku untuk kembali ke alam. Setiap hari, hidup ini sudah terlalu banyak disuguhkan dengan segala sesuatu kesibukan, keriweuhan, hiruk pikuk, rutinitas yang melelahkan dan menguras energi di tempat kerja maupun di rumah. Aku belajar menyisihkan sekian menit per hari di setiap sore sehabis kepulangan dari kantor, untuk membawa diri dan anak-anakku merumput di halaman hijau bangunan gereja yang letaknya tidak jauh dari rumah. Kami berjalan sambil bergandeng tangan, sesampai di sana kami melepas alas kaki dan mulai menjejakkan kaki. Berjalan perlahan hingga berlari kecil saling kejar-kejaran di atas rumput hijau, lalu duduk sambil menatap pepohonan, daun-daun yang menari-nari, dan pesawat yang sesekali tampak di atas langit sana. Kami belajar mengucapkan “terima kasih Tuhan untuk semua ini” sesering mungkin. Setiap kali melangkahkan kaki di atas rumput hijau atau tanah, hatiku membatin “Terima kasih, Tuhan”, sebuah ucapan syukur yang tidak akan pernah berhenti atas semua pemberian Tuhan yang cuma-cuma untuk kami nikmati.

Mengutip alodokter.com, manfaat grounding untuk kesehatan fisik dan mental cukup beragam, seperti:

  1. Mengurangi rasa lelah
  2. Mengurangi peradangan 
  3. Menurunkan tekanan darah
  4. Meningkatkan imunitas tubuh
  5. Menurunkan risiko terkena penyakit jantung
  6. Mengurangi kecemasan
  7. Meningkatkan kualitas tidur

Manfaat grounding untuk kesehatan memang cukup beragam, namun kita perlu berhati-hati ketika melakukannya. Apalagi mengingat aktivitas ini di lakukan di atas tanah atau rumput dengan tanpa alas kaki, sehingga ada resiko kaki bisa terluka atau terkontaminasi mikroorganisme tertentu seperti cacing, jadi kita perlu memastikan tempat kita melakukan grounding adalah tempat yang bisa dijamin kebersihannya. Tentu yang paling penting adalah jangan lupa cuci kaki atau membersihkan diri setelah melakukan grounding.

Salam sehat, selalu! (jwriting)

Post a Comment

0 Comments